Peta Tematik

Pengertian Peta Tematik 

Peta  menurut ICA  (International Cartographic Association)  dalam Sinaga (1995: 5) adalah suatu representasi atau gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan (ICA 1973).
 
Kata „tematik‟ artinya adalah sesuai tema atau khusus pada tema-tema tertentu. Bisa disimpulkan bahwa peta tematik adalah peta yang berisi informasi dengan tema-tema tertentu. Sedangkan menurut Aziz dan Ridwan  (1985: 1), peta tematik  adalah peta yang memperlihatkan informasi atau data kualitatif dan atau kuantitatif suatu tema atau maksud atau konsep tertentu, dalam hubungannya dengan unsur atau detail-detail topografi yang spesifik, terutama yang sesuai dengan tema peta tersebut.
 
Pada umumnya yang dipentingkan adalah penyajian data-data dalam bentuk simbol yang sesuai dengan tema peta, sedangkan unsur-unsur yang menunjang penyajian tersebut (seperti detail-detail topografi) tidak disajikan secara teliti sekali.
 
Penggambaran peta tematik selain diperlukan data-data, masalah lain yang dihadapi oleh peta dasar. Umumnya peta dasar yang dipakai adalah peta topografi, dan peta dasar inilah data-data tematik akan dipetakan. Sebenarnya semua unsur-unsur topografi adalah mungkin digunakan, tetapi hal ini sangat tergantung dari skala, maksud, dan tujuan dari peta tematik itu sendiri, sehingga pemilihan unsur-unsur topografi tersebut tentu akan berbeda antara peta satu dengan lainnya.
 
Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa unsur topografi tersebut hanya digunakan untuk latar belakang penempatan dan orientasi secara geografis.

Peta Topografi sebagai Peta Dasar 

Menurut Aziz dan Ridwan  (1985: 2-5), peta dasar adalah peta yang berisi informasi dan atau topografi dan pada peta inilah semua data tematik akan diplot (digambarkan). Peta topografi adalah peta yang memperlihatkan gambaran tentang keadaan topografi dari muka bumi, yaitu gambaran tentang unsur-unsur buatan manusia (man made features/ cultural features) dan unsur asli dari alam  (natural features). 
 
Peta topografi sering sekali digunakan sebagai peta dasar peta-peta tematik, tetapi ini tidak berarti bahwa semua peta topografi dapat digunakan. Jadi, dalam hal-hal tertentu saja peta topografi 5 warna dapat  digunakan sebagai peta dasar, dalam banyak hal justru warna-warna tersebut akan atau dapat menganggu informasi-informasi atau data-data tematik.
 

Praktikum Pembelajaran  Peta Tematik Pada Tingkat Sekokah Menengah Atas (SMA)

Peta tematik menurut  Aziz  dan Ridwan  (1985: 1) adalah peta yang memperlihatkan informasi atau data kualitatif dan atau kuantitatif suatu tema atau maksud atau konsep tertentu, dalam hubungannya dengan unsur atau detail-detail  topografi  yang spesifik, terutama yang sesuai dengan tema peta tersebut. Maksud dari praktikum peta tematik adalah suatu pengajaran Geografi yang mengikutsertakan siswa dalam pelaksanaan nyata pembuatan peta  tematik dengan menggunakan peta dasar berupa peta topografi sebagai sumbernya.
 
Kegiatan dalam praktikum ini tidak hanya mengeblad data atau informasi peta saja, namun siswa  juga  diajak guru untuk  praktik membuat komposisi peta sesuai kaidah pada umumnya. Selain itu, kegiatan praktikum juga diisi dengan pelaksanaan latihan memperbesar peta. Keseluruhan praktikum ini merupakan bagian dari implementasi materi pelajaran  Geografi di tingkat SMA/MA, yaitu keterampilan dasar peta dan pemetaan.
 
Peta yang baik harus dilengkapi dengan komponen-komponennya, agar peta mudah dibaca, ditafsirkan,  dan tidak membingungkan bagi pengguna peta (dalam  Hartono, 2007: 6). Menurut Sinaga (1995: 35), komposisi peta pada peta-peta resmi, misalnya peta topografi, peta geologi, dan peta tanah, masing-masing telah mempunyai aturan standar yang berlaku, karena pada umumnya peta-petatersebut dibuat secara seri dan memakai peta dasar rupa bumi  (topographic base map) yang baku sebagai peta dasarnya.
 
Pada hakikatnya komposisi peta dalam peta apapun, baik peta resmi maupun peta tematik, keseluruhan gambaran dalam layout peta tercipta keseimbangan tata letak, ukuran, dan bentuknya.  Adapun komponen-komponen yang hampir sama dipenuhi dalam suatu peta (Sinaga, 1995: 37), yaitu: 
 
a.  Judul peta 
Menurut Hartono (2007: 6), judul peta memuat isi peta. Membaca judul peta seseorang dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam peta. Judul peta umumnya diletakkan di tengah bagian atas peta, namun hal tersebut tidak mutlak. Artinya bahwa judul peta juga dapat diletakkan di samping kanan bagian atas peta dalam kolom informasi tepi peta ataupun dimanapun yang sekiranya tidak mengganggu atau mempersulit pembacaan kenampakan peta.
 
b.  Daerah yang dicakup (muka peta) 
Muka peta menurut Tim Pengajar Praktikum Kartografi Unnes (2005: 2) dengan sumber bahan dari Bakosurtanal 2004, merupakan bagian pokok peta yang menunjukkan sejumlah obyek yang ada di daerah tertentu dan termasuk informasi tersebut.
 
c.  Skala 
Waluya (2007: 6-7) mengatakan bahwa skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya, dan satuan ukuran yang sama. Skala sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. Skala peta akan mempengaruhi detil informasi peta yang digambarkan. Bila ingin menyajikan data rinci maka digunakan skala besar, misalnya 1: 5.000.
 
Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan ketampakan secara keseluruhan maka digunakan skala kecil, misalnya skala 1:1.000.000. Berikut adalah contoh skala untuk peta yang memiliki skala 1: 100.000, artinya adalah  jarak 1 cm di peta sama dengan 100.000 atau 1 km pada jarak sebenarnya di permukaan bumi.

Baca juga: Prinsip Dasar Peta Dan Pemetaan

Pos terkait