Motif Batik Pekalongan

Motif Batik pekalongan merupakan motif yang sangat populer sampai ke manca negara. Karena motif pekalongan ini mempunyai bentuk artistik yang mengagumkan juga nilai filosofis yang tinggi
Motif batik Pekalongan ini mirip dengan  dengan motif batik Yogyakarta, namun motifnya lebih atraktif dan juga warna-warna yang cerah. Motif yang sangat terkenak antara lain :
Motif Burung Garuda.

Gambar Batik Pekalongan dengan Motif Burung Garuda
Batik Pekalongan Motif Burung Garuda
Motif barik ini berornament burung Garuda dengan tumbuhan di sekitarnya. Kepercayaan masyarakat Jawa di masa silam bahkan hingga kini, menganggap burung Garuda sebagai kendaraan Batara Wisnu sebagai Dewa Matahari. Disamping sebagai simbol kehidupan, burung Garuda, juga dipandang sebagai simbol keperkasaan juga sifat ksatia, sampaipun lambang negara Indonesia menggunakan simbol burung Garuda, juga dipakai sebagai slogan suporter sepak bola Tim Nasional Indonesia. (“Garuda di Dadaku”)
Motif Jlamprang
Gambar Batik Pekalongan dengan Motif Jlamprang
Batik Pekalongan Motif Jlamprang
Motif ini diyakini para pengamat motif batik sebagai motif asli Pakalongan. S.K. Sewan Santosa S., dalalm bukunya “Seni Kerajinan Batik  Indonesia” yang diterbitkan oleh  Balai  Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian Republik Indonesia tahun 1973, mengatakan bahwa motif ini dipengaruhi oleh syiar agama islam, dimana syariat Islam melarang membuat ornamen berupa gambar makhluk hidup baik berupa manusia atau binatang, sehingga melahirkan ide kreatif dengan membuat motif batik secara geometris dengan cara nitik pada motif jlamprang.
Tetapi menurut ahli sejarah – Dr. Kusnin Asa – yang berpendapat bahwa motif ini dipengaruhi oleh Kebudayaan Hindu Syiwa. Motif jlamprang merupakan bentuk motif kosmologis yang mengedepankan satu pola ceplokan dalam bentuk lung-lungan juga bunga padma yang menunjukkan sebuah makna mengenai peran dunia kosmis yang datang sejak jaman Hindu-Budha berkembang di tanah Jawa. 
Motif  Liong
Gambar Batik Pekalongan dengan Motif Liong
Batik Pekalongan Motif Liong
Motif  ini mempunyai nuansa budaya China atau Tionghoa yang cukup kental. Motif batik liong memang mendapat pengaruh oleh budaya China, hal tersebut bisa di cermati dari corak batik ini yang berornamen naga berkaki. Seperti di ketahui, naga merupakan bagian dari legenda atau cerita sejarah yang berasal dari dataran negeri China. Pada motif batik liong ini juga ditambahkan corak berupa bunga-bunga sebagai pelengkap keindahan motif.
Motif  Pagi Sore
Gambar Batik Pekalongan dengan Motif  Pagi Sore
Batik Pekalongan Motif  Pagi Sore

Batik Pekalongn bermotif pagi-sore, yaitu kain batik yang terbagi dua oleh motif yang bertemu di tengah kain secara diagonal. Desain  motif batik ini telah ada sejak tahun 1930 di Pekalongan. Desain batik motif pagi-sore ini cukup populer pada masa penjajahan Jepang, karena sulitnya hidup pada waktu itu, maka untuk penghematan, menginspirsi perajin pembatik untuk membuat motif batik pagi-sore, satu kain dibuat dua desain motif yang berbeda. Sehingga jika pada pagi hari mengenakan sisi motif yang satu, dan sore harinya  bisa memakai motif yang berbeda dari sisi kain yang lainnya, sehinga terkesan memakai 2 kain yang berbeda padahal hanya selembar kain, sungguh kreasi yang sangat cerdas.

Warna yang lebih gelap biasa digunakan di bagian luar pada waktu pagi dan siang hari, sementara bagian batik yang berwarna pastel dipakai pada malam hari. Motif batik pagi sore banyak diketemukan pada Batik Djawa Hokokai di Pekalongan pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) pada saat berlangsungnya perang dunia II. Sebagai akibat dari perang dunia II, perdagangan kain mori dan obat pewarna jadi terputus, sehingga persediaan sangat menipis. Bila ada, harganya sungguh mahal.

Motif kupu-kupu merupakan salah satu motif hias yang menonjol selain bunga. Walaupun kupu-kupu tidak mempunyai makna khusus untuk masyarakat Jepang, tetapi orang Jepang sangat suka dengan kupu-kupu. Ornamen dominan lainnya adalah motif bunga. Yang paling sering adalah bunga sakura (cherry) , krisant, dahlia, anggrek, mawar, lili, dan teratai. Sedangkan motif lain yang sering muncul adalah burung, dan selalu burung merak yang merupakan lambang keanggunan. Motif Batik pagi sore ini dianggap berasal dari Cina dan kemudian masuk ke Jepang.

Motif Encim

Gambar Batik  Pekalongan dengan Motif Encim
Batik  Pekalongan Motif Encim

“Encim” adalah kata serapan dari bahasa Tiong Hoa. Pada kamus bahasa Tiong Hoa tidak ditemukan kata encim. Kata encim sendiri berasal dari kata “cici” (panggilan untuk kakak perempuan suku Tiong Hoa). Karena pergaulan dengan masyarakat pribumi Jawa, kata cici ini berubah kata menjadi encim yang bisa di simpulkan bermakna perempuan Tiong Hoa, yang kemudian lazim pada zaman dahulu masyarakat pribumi Jawa menyebut wanita Tiong Hoa dengan sebutan encim.

Jadi Batik bermotif encim sendiri mempunyai pengertian motif batik yang sering dipakai oleh wanita Tiong Hoa yang kebanyakan berupa kain sarung, sebagai busana pasangan kebaya encim.

Batik encim mempunyai ciri khas ornamen flora dengan aneka warna yang cerah.

Pada perkembangan era kini, batik sudah masuk dalam trend fashon modern yang dipakai berbagai golongan dan status sosial, batik motif encim tidak berupa kain sarung saja. tetapi telah dibuat dalam bentuk aneka raga produk fashion, interior dan sebagainya.

Motif Semen

Gambar Batik Pekalongan dengan Motif Semen
Batik Pekalongan Motif Semen
Motif Batik Semen adalah motif klasik dari Pekalongan. Penampilannya mirip dengan motif batik semen dari Jogjakarta dan lebih terkenal dari daerah Solo, hanya saja motif Semen Pekalongan ini tidak didapatkan unsur cecak dan lebih didominasi oleh gari-garis dekoratif. Ornamen pelengkap umumnya berupa burung garuda atau tumbuhan. Makna filosofisnya : lambang burung garuda nan gagah perkasa yang mampu bertahan dalam situasi dan kondisi apapun. Siapapun yang memakainya diharapkan mempunyai keteguhan hati dan ketegaran.
Motif Buketan
Ganbar Batik Pekalongan dengan Motif Buketan
Batik Pekalongan Motif Buketan

Motif buketan adalah termasuk salah satu motif artistik pengaruh seni budaya eropa khususnya Belanda dan Tiong Hoa. Motif ini berornamen rangkaian bunga-bunga alias “bouqet”, dan bunga-bunga yang dipadukanpun beraneka ragam, tidak satu jenis saja.

Bunga dimaknai sebagai kebahagiaan,keceriaan,kecantikan,kelembutan dan kemurnian. Pada kain batik pada umumnya berbagai bunga dirangkai menjadi satu kesatuan indah seperti buket bunga.Ikeg sebab itu jenis motif ini sering disebut batik buketan,khususnya pekalongan di era lampau

Warna pada batik motif buketanpun tergolong warna-warna yang mengagumkan dan berani untuk masa itu. Perpaduan yang terkadang terkesan ganjil tetapi ternyata melahirkan suatu karya seni yang luar biasa mempesona. Karena seni membatik diturunkan secara turun temurun tanpa literatur atau pedoman baku,maka  mereka dapat memadukan warna yang sungguh indah.

Pos terkait