Metode Pendekatan aspek manajerial dalam pembelajaran seni rupa

Pembaca yang berbahagia, beberapa jenis pendekatan aspek manajerial di bawah ini bisa dipilih sesuai dengan situasi dan kondisi pembelajaran.
Pendekatan Otoritatif –Pendekatan Otoritatif menekankan pada penegakan kedisiplinan dan kewibawaan. Metode ini sangat tepat untuk membina kedisiplinan, kejelian, dan prosedur yang sistematis untuk proses pembuatan karya. Dalam kegiatan pembelajaran ini ada aturan-aturan yang harus ditaati untuk mencapai tujuan tertentu. Semua peserta belajar harus disiplin, menaati aturan, tidak boleh bersikap semaunya sendiri.
Pendekatan  Permisif –Pendekatan permisif menitikberatkan pada kebebasan secara penuh pada anak didik. Metode ini memakai prinsip kebebasan adalah hak setiap individu, belajar atas kesadaran peserta didik sendiri, tidak dapat dipaksakan. Hasil belajar dirasa optimal bila sesuai dengan minat anak didik. Karena itu, menurut metode ini, jangan ada pengarahan atau pentunjuk. Pendekatan permisif tepat digunakan ketika memberi kesempatan anak didik untuk menciptakan karya bentuk baru dengan pengerahan daya imajinasi yang maksimal. Misalnya, sewaktu mengajarkan membatik teknik ikat celup, setiap peserta didik diberi kebebasan untuk menciptakan sendiri motif-motif baru sesuai dengan gagasan mereka. Contoh yang lain, saat pembelajaran menggambar bebas atau menggambar ekspresi. Perlu diperhatikan, metode pendekatan permisif secara total jarang diterapkan, sebebas apapun masih tetap ada saja kewajiban menaati aturan berkarya juga tentu ada saat-saat peserta didik memerlukan bimbingan pendidik.  
Pendekatan Demokratis –Strategi pendekatan ini berdasar pada prinsip bahwa setiap individu berhak untukk mengutarakan pendapat, tetapi tidak menghendaki kebebasan mutlak sebagaimana Pendekatan demokratis lebih sesuai diterapkan sebagai kebijakan umum. Setiap peserta didik boleh mengutarakan ide-idenya guna optimalnya mutu hasil karya. Mereka akan merasakan kenyamanan belajar dalam suasana yang kondusif-demokratis. Peran pendidik dalam metode pendekatan demokratis ini sebagai fasilitator dan dinamisator.

Pos terkait