Manajemen Pembelajaran Seni Rupa pada Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) membutuhkan manajemen sesuai dengan karakteristik serta situasi sosial yang kondusif guna kesuksesan belajar anak usia dini. Karakter pembelajarannya yang kooperatif dengan kelompok kecil maupun kelompok besar, bertangung jawab, belajar bergiliran, beraktifitas tanpa mengganggu teman, membereskan alat-alat, mengambil keputusan, memilih aktifitas, dan semua itu terjadi tanpa adanya tekanan tetapi berjalan alamiah.
Anak belajar mematuhi peraturan yang dibuat bersama, datang tepat waktu, cara memperoleh perhatian dari guru, cara guru meminta perhatian dari anak-anak. Jika dapat mengatur pengelolaan kelas berarti dapat pula mengatur bahan dan kelompok aktifitas. Ada yang belajar di meja, di lantai, dengan aneka ragam instruksi untuk beberapa kelompo. Guru mengikuti statistik tumbuh kembang setiap anak, fleksibel, bisa juga statis atau dinamis, menjadi non produktif atau sangat produktif. Hal ini juga mempertimbangkan tumbuh kembang EQ anak. 
Guru yang mengelola kelas dengan efektif juga akan membuat anak didiknya sukses. Dari yang tersebut di atas akan diketahui bahwa program pembelajaran TK terdiri dari pembiasaan dan perkembangan dasar. Jadi, pelaksanaan perencanaan juga berorientasi kearah dua tujuan tersebut, dengan mengamati perkembangan individu anak-anak. Di  kelas ada kelompok-kelompok sesuai kemampuan. Kemampuan anak tidaklah sama. Karena itu guru perlu mengetahui perkembangan anak agar bisa memberikan aktifitas sesuai dengan kebutuhan anak yaitu perkembangan sosial-emosi, motorik kasar-halus, pengamatan dan ingatan, pendengaran dan penglihatan, serta mengekspresikan dan menerima bahasa.
Dalam setiap jenis perkembangan tersebut, anak adakalanya sangat cepat, sedang-sedang saja, atau lamban daya tangkap atau peningkatannya. Bagi anak yang sudah mahir, dipersiapkan bentuk yang dapat dijiplak, gunting, tempel dan warnai. Tugas itu diharapkan mampu diselesaikan. Bagi yang sedang-sedang saja, hampir sama dengan yang sudah mahir, dengan bentuk yang sudah tersedia atau boleh dipilih sendiri yang sama. Bagi yang lamban dipersiapkan kertas yang hanya diberi garis lurus saja yang perlu digunting. Pujian dengan kata-kata manis juga sama diberikan kepada anak-anak. Di sinilah pengertian yang harus ditunjukkan, agar anak merasa berhasil dan percaya diri dalam tingkat kemampuannya. 
Manajemen waktu yang mereka butuhkan akan sangat variatif. Tidak ada jenjang pendidikan yang begitu kompleks seperti pendidikan anak usia dini. Semuanya dilakukan dengan santai tanpa beban dan tekanan. Lama anak di TK variatif antara dua setengah jam sampai tiga setengah jam di sekolah. Enam hari seminggu atau melihat situasi dan tempatnya. Untuk kelompok bermain, dapat diadakan tiga hari dalam seminggu. Jadwal di TK seperti : pembukaan, inti, dan penutup. Dapat saja untuk TK A dan TK B berlainan, karena masa transisi anak TK A dan B berlainan. Jika anak di TK A dipaksakan untuk mampu mengikuti program yang sama dengan kelas di TK B, maka anak akan sangat terbebani dan tidak suka sekolah. Untuk itu dibutuhkan keluwesan penjadwalan, misal ditukarnya inti dan pembukaan dengan maksud agar anak lebih bebas memilih aktifitas yang diminatinya, dan mengendalikan emosi pada masa penyesuaian diri dengan sekolah akan lebih terbantu. Dari waktu ke waktu selama anak melaksanakan kegiatan, pasti ada saat-saat guru minta perhatian pada anak. Untuk itu dapat digunakan tanda yang tidak terlalu keras, tetapi cukup memberi tanda minta perhatian anak.
Pengelolaan materi tediri dari berbagai ragam alat permainan edukatif, seperti : pasir, air, bangunan berbagai karya seni dan materi kreatifitas lain. Materi ini dikembangkan oleh guru sesuai kebutuhan anak didik. Diharapkan interaksi antara guru – materi – anak bisa semaksimal mungkin. Keluwesan ini membuat setiap anak merasa berhasil dan permasalahan akan dapat diatasi dengan mudah.

Pos terkait