Belajar menggambar dengan cara manual lebih memacu daya kreatifitas anak

Di era teknologi yang makin canggih ini penggunaan teknologi digital makin mendominasi segala kegiatan manusia, termasuk aktivitas belajar. Begitu juga dengan aktivitas menggambar dan mewarnai, anak bisa menggunakan teknologi digital.
Menurut para ahli, orang tua atau pendidik janganlah meninggalkan metode pembelajaran menggambar dan mewarnai dengan alat tullis manual (pensil, pena atau crayon). Karena metode belajar menggambar atau mewarnai dengan alat tulis manual berdasar penelitian para ahli tumbuh kembang anak, terbukti lebih baik untuk menstimulan jiwa kreatif dan pecaya diri. 
Menurut para pakar  pendidikan, kegiatan menggambar dan mewarnai dengan alat tulis manual tidak hanya sekedar menstimulan jiwa kreatifitas anak lebih optimal dibanding dengan teknologi digital, bahkan sekaligus akan melatih ketrampilan atau fisik motorik anak dalam melakukan aktifitas observasi.
Dengan menguasai ketrampilan menggambar, saat dewasa kelak, tidak mesti  menjadi seniman. Banyak sekali profesi lain yang sangat memerlukan pelatihan dasar guna memicu jiwa kreatifitas dan kemampuan observasi yang jeli pada saat bekerja sesuai profesi masing-masing seperti halnya pada saat melakukan aktifitas menggambar dan mewarnai kemampuan observasi dipacu dengan optimal.
Hampir semua profesi memerlukan kemampun observasi yang teliti, seorang desainer, programmer, dokter, akuntan dan profesi lainnya akan bekerja dengan sukses jika mempunyai bekal daya observasi yang baik.
Pembelajaran menggambar dan mewarnai dengan teknologi digital memang jauh lebih praktis dibanding dengan alat tulis manual, tetapi hasil yang diharapkan untuk merangsang tumbuh kembang anak tidak seoptimal jika dengan menggunakan alat tulis manual.
  
Oleh karena itu, sangat bagus jika sekolah-sekolah di negara kita sering mengadakan kegiatan lomba menggambar dan mewarnai dengan terprogarm. Juga mengadakan program pelatihan untuk para guru PUD, TK, dan SD, untuk menginspirasi daya kreatifitas para pendidik.
Semoga artikel singkat ini, bisa menambah pengetahuan para orang tua, pendidik dan siapapun yang selalu berdekatan dengan anak. Jika masa emas mereka salah didik maka akan berakibat kontraproduktif dari harapan kita.

Pos terkait