Batik Tulis

Batik tulis adalah batik yang pengerjaann motifnya dilakukan manual dengan ditulis tangan demi menjaga nilai seni tradisional dan warisan sejarah. Hal ini tentunya akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak yang tidak percaya bahwa proses pembuatan batik tulis bisa memakan waktu 1 hingga 3 bahkan 6 bulan tergantung pada kerumitan motifnya.

Contoh motif Batik Tulis
Batik Tullis

Ornamen pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga motifnya nampak lebih luwes dengan ukuran motif yang relatif bisa lebih kecil dibanding dengan batik cap.

Gambar motif batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain (tembus bolak-balik) khususnya batik tulis yang halus.
Warna dasar kain biasanya lebih muda dibanding warna pada goresan gambar motif (batik tulis putihan/tembokan).
Contoh motif Batik Tulis Putihan
Batik Tulis Putihan

Contoh motif Batik Tulis Tembokan
Batik Tulis Tembokan

Setiap gambar motif yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar yang lain.
Batik tulis menjadi salah satu bentuk seni kerajinan tangan yang cukup diminati oleh para eksekutif. Jenis batik ini di pasaran bisa dibilang paling mahal dibanding jenis batik lain. Hingga kini jenis batik tulis termahal adalah batik tulis yang menggunakan bahan kain sutera dengan memakai pewarna alami.

Proses pembuatan batik tulis :
Alat yang diperlukan dalam proses pembuatan batik tulis antara lain :
1. Canting
Canting adalah alat untuk membuat pola dari motif batik tulis. Biasanya terbuat dari bahan tembaga yang ujungnya mirip paruh burung.

Gambar benrtuk Canting untuk Batik Tulis
Canting Batik Tulis

2. Gawangan
Gawangan adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik. Fungsinya agar mempermudah membuat pola motif batik tulis. Gawangan bisa dibuat dari kayu atau bambu.

Gambar bentuk Gawangan untuk Batik Tulis
Gawangan Batik Tulis
3. Wajan

Berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari baha tembaga atau tanah liat.

Gambar bentuk Wajan dan Kompor untuk Batik Tulis
Wajan dan Kompor

4. Anglo / kompor kecil berbahan tanah liat yang berbahan bakar arang.
Anglo digunakan memanaskan wajan.

Gambar bentuk Anglo untuk batik tulis
Anglo
5.” Malam”/lilin

Malam batik tulis terbuat dari campuran beberapa jenis bahan antara lain : gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin.

Gambar bentuk Malam Batik
Malam Batik Tulis
6. Bahan pewarna

Disebut juga sebagai wedel atau tom. Untuk pembuatan batik tulis, pada umumnya menggunakan  bahan pewarna alami.

Gambar bentuk Bahan Pewarna Alami untuk BatikTulis
Bahan Pewarna Alami Batik Tulis

Proses pembuatan batik tulis adalah sebagai berikut :

1. Pengloyoran
Proses awal pembuatan batik tulis disebut “pengloyoran”. Pengloyoran adalah pencucian bahan kain untuk mendapatkan daya serap warna yang lebih baik, sehingga warna bisa lebih tajam. Selain itu pengloyoran juga bertujuan melembutkan kain serta menjaga kondisi benang dalam keadaan baik.

2. Nyorek / mola
Berikutnya “Nyorek”, yaitu menggambar motif dasar batik tulis diatas kain menggunakan pensil ataupun arang kayu. Terkadang Nyorek bisa langsung menggunakan canting diatas kain sesuai dengan pola batik tulis yang diinginkan jika perajin sudah mahir. Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam hingga beberapa hari tergantung tingkat kerumitan polanya.

Gambar kegiatan Nyorek / Mola untuk Batik Tulis
Nyorek / Mola Batik Tulis

3. Nyanthing
Proses ini memakai lilin panas dengan menggunakan canting untuk membuat outline (nglowong) dan diakhiri dengan pembuatan detil motif (isen-isen). Dalam proses ini dikenal tahapan proses dalam istilah jawa “Ngengrengi-Nyeceki-Nembok”. Karena proses ini dikerjakan secara manual dengan tangan dan biasanya setiap proses nyanthing dilakukan oleh orang yang berbeda-beda, maka proses ini memakan waktu yang cukup lama, rata-rata satu minggu. Bahkan jika motifnya rumit, bisa memakan waktu 1-3 bulan.

Gambar kegiatan Nyanting untuk Batik Tulis
Nyanting Batik Tulis

4. Medel
Proses iini adalah mencelupkan kain batik tulis yang sudah dipola dengan lilin (malam) ke dalam cairan pewarna pertama. Medel atau pencelupan akan dilakukan beberapa kali sehingga memperoleh warna yang diinginkan.

5. Ngerok /Mbirah
Proses ini bertujuan melepaskan lilin atau “malam” dari kain dengan memakai alat bantu yang terbuat dari logam, kemudian kain  dibilas dengan air dan dijemur.

6. Mbironi
Mbironi adalah menutupi detail-detail motif batik dengan lilin panas menggunakan canting. Proses ini juga bertujuan melengkapi-motif batik yang belum diwarnai atau disebut juga dengan proses “Ngrining”.

7. Nyoga
Nyoga pada dasarnya sama seperti medel, namun pada proses ini dilakukan untuk menambahi warna-warna lain pada kain  yang sudah diberi warna sebelumnya.

8. Nglorot
Jika semua motif telah diwarnai, maka proses berikutnya adalah “Nglorot”. Bertujuan menghilangkan lilin dari kain dengan cara merebus kain kedalam air mendidih. Sesudah itu kain dibilas air bersih untuk membersihkan  seluruh permukaan kain batik tulis.

9. Penjemuran.
Proses terakhir adalah penjemuran, bertujuan mengeringkan kain batik tulis yang sudah selesai dibuat sehingga bisa dipakai.

Pos terkait