Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyelamatkan Bumi dengan Biologi Konservasi

Tulipedia.org - Biologi konservasi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari alam dan keanekaragaman hayati di bumi dengan tujuan untuk melindungi spesies, habitat, dan ekosistem dari kepunahan. Biologi konservasi merupakan gabungan ilmu sains, ekonomi, dan manajemen sumber daya alam.

Istilah biologi konservasi pertama kali dikenalkan pada konferensi di Universitas California oleh ahli biologi Bruce Wilcox dan Michael Soule pada 1978. Konferensi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap penggundulan hutan, punahnya spesies berikut kerusakan habitat dan ekosistem. Biologi konservasi berkaitan erat dengan konsep keanekaragaman hayati, penyebaran dan migrasi, demografi, populasi, dan pembudidayaan.

Ahli biologi konservasi bekerja di laboratorium, kantor, lapangan, pemerintahan, universitas, industri, dan organisasi nonprofit. Mereka didanai untuk meneliti, mengawasi, melaporkan setiap detail yang berkaitan dengan bidangnya.

Untuk melakukan konservasi, mereka harus menjawab tiga pertanyaan dasar. Pertama, bagaimana keanekaragaman hayati terdistribusi di bumi? Kedua, apa ancaman bagi keanekaragaman hayati? Ketiga, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman tersebut dan jika mungkin mengembalikan keanekaragaman hayati dan ekosistem seperti semula?

Biologi Konservasi

Baca juga: Biologi dan Keanekaragaman Hayati

Mengapa Konservasi Keanekaragaman Hayati Diperlukan?

Keanekaragaman hayati memegang peranan penting bagi kehidupan manusia dan menjaga keseimbangan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup dalam suatu lingkungan.

Misalnya, keanekaragaman hayati telah menyediakan tumbuhan sebagai bahan pangan manusia dan juga untuk organisme dekomposer (misalnya bakteri dan jamur) yang mengurai bahan organik menjadi nutrisi untuk air dan tanah.

Apa Ancaman Bagi Keanekaragaman Hayati?

Ancaman utama bagi keanekaragaman hayati adalah kerusakan dan hilangnya habitat, spesies pendatang baru, dan pengambilan sumber daya alam yang berlebihan.

  • Hilangnya habitat disebabkan oleh pembabatan hutan untuk permukiman, pertanian, dan industri serta ilegal logging.
  • Kerusakan habitat terjadi akibat pencemaran, polusi, dan erosi.
  • Adanya spesies pendatang baru di suatu tempat mengakibatkan kompetisi dengan spesies lokal dalam hal tempat hidup dan sumber pangan.
  • Pengambilan sumber daya alam berlebihan, misalnya adalah menangkap ikan dengan bahan peledak, berburu gajah untuk diambil gadingnya, berburu badak untuk diambil culanya, berburu macan untuk diambil kulitnya, dan lain sebagainya.

Bagaimana Membantu Konservasi?

Tidak hanya para peneliti yang dapat melakukan konservasi. Kita pun dapat turut berperan, misalnya dengan cara berikut ini.

  • Menghentikan pengambilan sumber daya alam yang berlebihan.
  • Menghentikan penebangan hutan secara liar.
  • Mengurangi polusi dengan cara menggunakan transportasi umum ketika bepergian, tidak membuang limbah sembarangan, dan lain sebagainya.
  • Menghemat energi, antara lain dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan, mematikan keran saat bak sudah penuh, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan produk yang dapat didaur ulang.