Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Langkah Menulis Karya Ilmiah

Tulipedia.org - Karya ilmiah merupakan salah satu jenis tulisan nonfiksi. Oleh karena itu, langkah menulis karya ilmiah tentu saja tak sama dengan menulis fiksi seperti cerpen, novel, atau puisi.

Menulis karya ilmiah ini tak dapat dihindari, terutama jika Anda masih duduk di bangku sekolah (misalnya menulis karya ilmiah dalam bentuk makalah, laporan praktikum, laporan karyawisata, dan tugas akhir) atau kuliah (misalnya menulis makalah, proposal penelitian, dan skripsi).

Jika Anda sudah biasa menulis karya fiksi, ada dua keuntungan yang bisa dirasakan ketika menulis karya ilmiah:

  • Dapat menulis dengan lancar
  • Dapat menulis dengan gaya bahasa yang luwes.

Langkah menulis karya ilmiah tak selalu sama dengan menulis karya fiksi. Beberapa langkah yang ada dalam penulisan karya ilmiah tidak ditemui dalam penulisan karya fiksi.

Baca juga: Kiat Menulis Artikel dan berbagai bentuknya

Perhatikan Langkah Menulis Karya Ilmiah

Menulis Karya Ilmiah

Berikut langkah menulis karya ilmiah yang yang harus dipatuhi:

1. Judul

Tentukan judul lebih dahulu. Judul ini akan menentukan variabel-variabel atau hal-hal yang akan dibahas dalam karya ilmiah. Untuk penulisan tugas akhir atau skripsi, siswa/mahasiswa bahkan diwajibkan mengajukan judul terlebih dahulu. Setelah judul disetujui, barulah karya ilmiah dapat ditulis.

2. Pokok masalah

Apa yang akan dibahas dalam karya ilmiah itu? Tanpa pokok masalah yang jelas, Anda hanya akan mencari-cari masalah. Jadi, pastikan terlebih dahulu apa yang akan dibahas dalam karya ilmiah tersebut.

3. Pengumpulan data

Sebuah karya ilmiah membutuhkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan cara apa Anda akan mengumpulkan data untuk karya ilmiah? Data untuk penulisan karya ilmiah dapat diperoleh melalui penelitian lapangan (misalnya dengan survei atau menyebarkan kuesioner penelitian), wawancara, atau studi pustaka.

4. Tata cara penulisan umum

Penulisan karya ilmiah harus dilakukan dengan bahasa tulis yang baku. Penggunaan bahasa tutur sehari-hari, bahasa slank, apalagi bahasa alay yang sedang populer di kalangan anak muda jelas tak dapat dibenarkan.

Pengecualian hanya untuk karya ilmiah yang membahas mengenai penggunaan bahasa slank atau bahasa alay, itu pun terbatas pada contoh kasus dan bukan pada bahasa pemaparannya sendiri. Kuasai kaidah penulisan baku, pelajari lagi cara menyusun kalimat yang benar, ketahui ejaan kata yang benar, buka lagi buku tata bahasa. Tata cara penulisan umum ini berlaku untuk semua jenis karya ilmiah.

5. Tata cara penulisan khusus

Tata cara ini berlaku untuk jenis karya ilmiah tertentu atau karya ilmiah ilmiah dalam lingkungan tertentu. Dalam penulisan skripsi, misalnya. Tata cara penulisan skripsi di Universitas X bisa saja berbeda dengan tata cara penulisan skripsi di Universitas Y.

6. Daftar pustaka

Satu lagi langkah menulis karya ilmiah yang tak boleh ditinggalkan adalah pembuatan daftar pustaka. Buku-buku atau sumber rujukan lain yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah wajib dicantumkan dalam daftar pustaka.

Penulisan daftar pustaka ini pun harus menuruti kaidah yang berlaku. Yang perlu dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah: nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan nama penerbit buku. Pencantuman daftar pustaka ini selain untuk mempermudah rujukan ke sumber asal juga menunjukkan etika Anda dalam menulis.