Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kapak Genggam: Perubahan, Situs Penemuan, Manfaat, dan Sebaran

Wujud kapak genggam

Tulipedia.org - Zaman Paleolitikum atau periode batu tua ialah jaman prasejarah terlama manusia. Diprediksi terjadi sekitaran 3,tiga juta tahun lalu sampai 11.650 tahun lalu. Banyak warisan prasejarah yang sukses diketemukan datang dari periode ini. Salah satunya yang populer ialah kapak genggam (hand axe).

Diberi nama kapak genggam karena langkah memakainya ialah di pegang dengan tangan dan tidak mempunyai pegangan. Alat ini sebagai macam dari kapak perimbas dan diprediksi mulai dipakai pada periode memburu dan meramu tingkat menengah.

Pembuatan Kapak Genggam

Mempunyai wujud sedikit panjang dan meruncing, tajamannya dibikin dengan menyerpihkan curam di bagian atas ke arah segi samping batu. Di bagian pegangannya masih mempunyai kulit batu. Simpelnya, kapak ini ialah tipe kekinian dari kapak perimbas.

Dibikin dengan memakai batu gamping membersihkan atau tipe batu yang lain dan diolah sebegitu rupa sampai mempunyai wujud lonjong dan lancip. Umumnya masih dibikin secara kasar seperti kapak perimbas. Tetapi cukup banyak juga yang sudah diolah supaya jadi lebih lembut dan berupa lebih detil dan teratur.

Perubahan Kapak Genggam

Penemuan berkenaan tipe kapak ini adalah yang paling sulit, karena terus ada pembaruan seiring waktu berjalan. Walau memiliki bentuk gampang dikenal, tetapi kadang masih susah untuk dideteksi. Ini karena tidak dipunyainya standard wujud yang serupa dan tingkat kesusahan pembikinan yang lain.

Disamping itu diketemukan juga ketidaksamaan wujud kapak ini bergantung pada lokasi penemuannya. Yang diketemukan di wilayah pantai disamakan supaya pas dipakai untuk memproses hasil biota laut. dan yang diketemukan di wilayah pedalaman dibikin untuk memudahkan aktivitas memburu dan memproses hasil pemburuan.

Alat ini dibikin sesuai peranan yang di kehendaki oleh sang pembikin. Sebagai bukti jika alat ini masih terhitung tipe kapak genggam walau berlainan wujud, ialah semua diketemukan pada susunan yang serupa. Berikut beberapa perubahan dari tipe kapak ini:

1. Wujud Umum

Wujud umum dari alat ini nyaris seperti kapak perimbas. Yakni dengan memakai batu pokok yang diruncingkan dan dipertajam dengan kapak pemukul pada ke-2 seginya. Kulit batu masih disisakan pada beberapa permukaan untuk mempermudah pegangan. Ini ialah wujud tipe kapak ini yang terbanyak diketemukan.

2. Wujud Yang Dilumatkan

Wujud ke-2 ialah wujud umum dari kapak ini tetapi sudah diolah selanjutnya supaya permukaan atasnya jadi lebih lembut. Banyak diketemukan di Lembah Baksoso (samping barat Pacitan) dan Tabuhan, Jawa Timur. Tipe alat ini mempunyai keserupaan dengan tingkat budaya Acheulean.

3. Wujud Sulit

Pada wujud ini, kapak dilumatkan secara berkali-kali dan lebih cermat dan sulit. Misalnya ialah tipe kapak ini yang diketemukan di Sumatra (sumatralith). Di mana satu segi kapak diruncingkan jadi benar-benar lancip, sampai bisa dipandang seperti alat serpih yang besar.

Kapak Genggam Yang Paling Banyak Diketemukan

Tipe alat ini yang terpopuler di Indonesia ialah tipe sumatralith atau kapak genggam batu dari Sumatra. Diberi nama begitu karena pertama kalinya diketemukan ialah di daerah Sumatra. Ciri-ciri intinya yakni pemakaian batu kerakal yang ujungnya di potong mencatatr dan memanjang cuman pada satu segi saja.

Walau awalnya diketemukan ialah di Sumatra, tetapi kapak yang mempunyai kemiripan wujud dan tipe batu sama diketemukan pada tempat lain. Salah satunya ialah di Semenanjung Malaya, Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Tiongkok Selatan, Australia, dan Tasmania. Dan di Indonesia sendiri diketemukan di pantai Sumatra Utara, Lhok Seumawe dan Binjai (Tamiang), dan Gua Niah (Kalimantan).

Baca juga: Kapak Corong: definisi, sejarah, fungsi, jenis, dan cara membuatnya

Manfaat Kapak Genggam

Beberapa pakar riwayat tidak bisa capai persetujuan dalam pastikan apa sebetulnya peranan dari kapak genggam. Pada umumnya bisa dijumpai jika alat ini dipakai untuk menggunting dan alat untuk menolong beragam aktivitas manusia. Berikut detil peranan dari kapak genggam menurut beberapa pakar:

1. Alat Multi-fungsi

Selainnya dipakai untuk menggunting, diketemukan juga bukti jika alat ini dipakai untuk alat mengeruk, menyerang, memalu, dan lain-lain. Wujud alat ini yang bisa di pegang langsung dengan tangan membuat pemakaiannya bukan hanya usai untuk menggunting saja dan banyak digunakan untuk aktivitas lain.

2. Pembuat Alat Serpih

Disaksikan dari perubahan perlengkapan yang diketemukan datang dari jaman batu, diprediksi ada peranan lain dari alat ini. Yakni untuk alat hasilkan alat serpih atau alat yang lain. Maknanya, tipe kapak ini dipakai untuk membikin perlengkapan lain untuk mempermudah kehidupan manusia pada periode itu.

3. Senjata Lempar untuk Berburu

Ada juga yang memiliki pendapat jika alat ini dipakai sebagai senjata lempar seperti rudal untuk memburu hewan. Ini karena ada banyak artefak kapak sama yang memiliki bentuk terlampau besar untuk di pegang dan kelihatannya ditujukan untuk di lempar.

Namun belum terdapat bukti yang bisa memberikan dukungan teori ini. Dan pada periode ini lembing dan panah diprediksi sudah ada.

4. Fungsi Efektif dan Ketrampilan

Alat ini mempunyai beragam keberagaman wujud, ada yang terlampau besar untuk di pegang dan ada juga yang kekecilan untuk dikatakan sebagai kapak. Bahkan juga ada yang dibikin dengan ketrampilan tingkat tinggi dengan memperhatikan design dan simetri.

Walau dipercayai jika tipe kapak ini lebih banyak dipakai karena peranan praktisnya, tetapi tidak tutup peluang ada peranan yang lain belumlah diketahui.

Sebaran dan Pemakai Kapak Genggam

Pemakai kapak genggam diprediksi datang dari periode pleistosen tengah (di antara 1,delapan juta tahun lalu sampai 11.500 juta tahun lalu) di jaman paleolitikum. Dan masih bersambung sampai awalnya neolitikum. Untuk memperjelasnya berkenaan tebaran pemakaian alat ini, berikut keterangan selanjutnya:

1. Kebudayaan Manusia Purba

Berdasar hasil penyidikan, diketemukan jika tipe kapak ini datang dari susunan Kebudayaan Trinil di Pacitan, Jawa Timur. Kebudayaan Trinil dijumpai sebagai tapak jejak warisan periode pleistosen tengah.

Selain di Pacitan, diketemukan juga fosil yang mempunyai kemiripan ciri-ciri di Peking, Tiongkok. Dan diketemukan juga artefak kapak ini di Pegunungan Seribu.

2. Manusia Purba Pemakai

Hasil dari penemuan arkeologi di Pacitan, Peking, dan Pegunungan Seribu, karena itu bisa dijumpai jika alat ini dipakai oleh 3 tipe manusia purba. Yakni Pithecanthropus erectus (Pacitan), Sinanthropus pekinensis (Peking), dan Homo sapiens (Pegunungan Seribu).

3. Daerah Tebaran

Selainnya di tiga daerah warisan arkeologi itu, beberapa sisa warisan tipe kapak ini diketemukan di Semenanjung Malaka, Jampang Kulon, Sukabumi, Parigi (Jawa Timur), Tambang Sawah (Bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), Kalianda (Lampung), Awangbangkal (Kalimantan), Kalimantan Barat, Cabenge (Sulawesi), Nusa Tenggara, Sembiran dan Terunyan (Bali), Flores, dan beberapa lain tempat.

Di luar Indonesia, tipe kapak ini dapat diketemukan di Afrika, daerah Eropa, Asia tengah sampai Punjab (India), Tiongkok Selatan, sampai Filipina.

Banyak yang salah pengertian dengan pemahaman kapak genggam dan kapak perimbas. Ke-2 nya tidak sama, karena mempunyai ketidaksamaan periode di awal pemakaiannya. ada ketidaksamaan wujud yang paling menonjol. Kapak perimbas mempunyai tehnologi pembikinan yang lebih simpel dibanding dengan kapak genggam.

Ada perubahan wujud dan tehnik pembikinan pada alat ini dikarenakan oleh ada rekonsilasi dengan peranan yang diharapkan oleh sang pembikin. Perihal ini pula yang mengakibatkan ada ketidaksamaan dan perubahan tehnik pembikinan.