Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jurnalisme Warga: Menjadi Wartawan Amatir

Tulipedia.org - Mengapa jejaring sosial begitu populer? Itu karena semakin banyak orang yang ingin didengar, baik keluhan maupun perasaan yang lain. Istilah ‘yang penting eksis’ benar-benar menjadikan orang melakukan banyak hal agar apapun yang dikerjakannya diketahui orang lain.

Berkaitan dengan jurnalisme warga (citizen journalism), program ini tidak hanya membuat pembaca koran, pendengar radio, dan pemirsa TV merasa mempunyai kesempatan untuk ‘lebih eksis’, tetapi membuat koran atau media lainnya menjadi lebih mengetahui apa saja yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Konsep jurnalisme warga adalah memberikan sebuah wadah bagi siapa pun untuk memberikan saran, kritik, ide, cerita, dan lain-lain, untuk diterbitkan atau disiarkan di suatu media massa.

Wartawan amatir

Konsep ini sebenarnya sudah cukup lama. Namun, baru sekitar 2008-an semakin banyak media massa yang memberikan ruang agak lebar bagi program ini. Seperti koran Republika, yang mengumumkan secara terbuka bagi siapa pun untuk berperan dalam program citizen journalism di koran tersebut.

Begitu juga dengan The Jakarta Post. Koran berbahasa Inggris ini memberikan satu halaman penuh bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam citizen journalism.

Begitu banyak manfaat yang didapatkan dari jurnalisme warga ini. Misalnya, begitu banyak radio yang memberikan kesempatan kepada pendengarnya untuk mengirimkan berita melalui SMS, twitter, facebook ataupun telepon langsung dan disiarkan secara langsung pula.

Metro TV juga memberikan kesempatan kepada pemirsanya untuk berpartisipasi dalam pembuatan berita. Bahkan, Metro TV mempunyai program pemberian award khusus bagi para anak muda yang berminat di bidang televisi dan pemberitaan.

Manfaat yang didapatkan oleh masyarakat juga tidak sedikit. Program ini membuat mereka merasa lebih bermanfaat karena telah memberikan berita yang berguna bagi orang lain.

Baca juga 10 Cara Melatih Otak Agar Kreatif dan Pintar

Tanpa bayaran pun, semangat saling membantu dan tidak ingin orang lain mendapatkan penderitaan atau kesulitan yang dialaminya, membuat orang berlomba-lomba memberikan informasi sedang terjadi di sekitarnya. Misalnya, jalan macet, info kecelakaan, orang hilang, angin ribut, pohon tumbang, dan lain-lain.

Bahkan, ada saja beberapa orang yang akhirnya menjadi begitu dikenal oleh penyiar atau masyarakat luas karena hampir beberapa kali sehari mengirimkan informasi berbeda. Orang-orang semacam ini bukanlah mendambakan kepopuleran, melainkan niat tulus ikhlas membantu telah mendorong mereka untuk terus-menerus melakukan hal yang sekiranya dapat bermanfaat bagi orang lain.

Dengan kata lain, jurnalisme warga sudah menjadi simbiolisme ajaib yang saling menguntungkan bagi media massa dan masyarakat.