Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ingin Jago Menulis Puisi Bebas?

Tulipedia.org - Puisi adalah salah satu karya sastra dengan diksi yang sangat indah dan sarat makna. Berbeda dengan prosa, satu kata dalam menulis puisi bebas bisa jadi mewakili ribuan arti. Dalam prosa, redup berarti redup tapi dalam puisi redup bisa berarti gelap, masa keemasan yang sudah berlalu, dan masih banyak lagi.

Orang yang sedang jatuh cinta dan merindu lara akan tiba-tiba menjadi orang yang romantis dengan puisi-puisi yang ditulisnya. Puisi juga bisa digunakan sebagai kritik sosial seperti puisi-puisi yang ditulis W.S. Rendra. Puisi juga bisa digunakan untuk menceritakan keindahan suatu tempat seperti dalam puisi Taufik Ismail seperti ketika dia menceritakan tentang keindahan Musim Gugur di Rusia.

Pada zaman sekarang puisi tak lagi terpaku pada bait dan rima. Puisi-puisi karangan Sutarji Calzoum Bahri menabrak semua pakem yang biasanya diikuti para sastrawan dalam menulis puisi-puisinya. 

Dalam puisinya yang berjudul Balada Winka dan Sihka, Sutarji menulis puisi yang melupakan rima dan bait yang biasanya ada. Puisi itu pun terlihat eksentrik dengan tata letaknya yang tak mengikuti tata letak yang biasa.

Puisi Bebas

Ada beberapa tips dalam menulis puisi, diantaranya yaitu:

1. Diksi

Perhatikan diksi atau pilihan kata yang digunakan dalam menulis sebuah puisi. Diksi dalam menulis puisi berbeda dengan diksi dalam menulis prosa. Pemilihan kata jangan bertele-tele.

2. Figurative Language (Majas)

Gunakan figurative language atau majas yang membuat puisi semakin indah dan menarik para pembacanya untuk menganalisanya. Ketika ingin bercerita yang menyangatkan, penulis bisa menggunakan majas repetisi. Personifikasi dan metafora membuat puisi menjadi lebih indah.

3. Contoh puisi

Berikut ini adalah salah satu contoh puisi yang banyak menggunakan majas metafora.

Merindumu

: Kepada (Calon) Suamiku

Merindumu …

Adalah merindu bidadari nirwana

Dengan lengkung pelangi sebagai jalannya: moksa.

Di tepi laguna biru aku menunggu

Lentera menjemputku.

Merindumu …

Adalah merindu Ratu Gung Binathara

Dengan kereta kencananya melewati narmada: sirna.

Di batas mayapada titiknya yang melenyap

Membawa senyap.

Merindumu …

Adalah merindu kidung-kidung merdu

Yang kau nyanyikan untukku di batas senja: jingga.

Aku pun terpaku kelu

Menatap anyelir memekar ragu.

Merindumu …

Adalah merindu cakrawala paramarta

Menyemai kuncup menjadi puspa: sempurna.

Di sudut aurora biru

Kusapa fajar semburat syahdu.

Dan …

Kepada Pemilik Loka

Kusampaikan asa mendekam di jiwa:

Kutunggu kirana menembus amerta.

Kerna …

Sepanas api membakar iblis-iblis neraka

Hanya kau yang bisa menggenapi raga.

Seluas jaladri di buana ini

Hanya kau yang bisa memahat sukma.

Karya; Riyawati