Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan yang Hidup di Air

Tulipedia.org - Adaptasi morfologi pada tumbuhan yang hidup di air sebenarnya dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Adaptasi ini digunakan oleh tumbuhan dengan tujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dan karena tumbuhan adalah makhluk hidup juga, maka tumbuhan bermorfologi.

Sebenarnya antara tumbuhan dengan manusia tidak memiliki perbedaan yang jauh, perbedaan hanya timbul pada tempat tinggal antara manusia dengan tumbuhan. Manusia juga akan menyesuaikan dengan lingkungannya jika si manusia itu merasa tubuhnya tidak sesuai dengan lingkungan.

Contoh, manusia yang biasa hidup di pantai, pasti dia akan menyesuaikan diri jika ia pergi ke daerah pegunungan.

Penyesuaian ini dibutuhkan agar makhluk hidup dapat terus bertahan hidup, tidak peduli terhadap lingkungannya.

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan yang Hidup di Air

Jenis-jenis Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan yang Hidup di Air

Ketika berbicara mengenai morfologi atau penyesuaian ternyata memiliki beberapa jenis yang harus kita ketahui. Karena, dengan kita membicarakan mengenai itu jangan sampai salah dalam mengategorikan antara jenis satu dengan jenis lainnya.

Maka dari itu jenis adaptasi morfologi pada tumbuhan yang hidup di air memiliki beberapa jenis. Tipe morfologi ini disebut dengan hidrofit. Adapun jenis-jenis dari adaptasi morfologi berikut adalah:

1. Tipe Pertama

Biasanya yang termasuk pada kategori ini adalah tanaman yang terapung di atas air. Tanaman dengan tipe ini biasanya juga memiliki rongga antar sel untuk tempat masuk udara agar bisa mengapung di atas air. Ciri- ciri dari tanaman ini adalah terapung di atas air, tangkai daun menggembung berisi udara, dan berdaun lebar. Contoh dari adaptasi morfologi tanaman yang hidup di air ini adalah tanaman eceng gondok. Tanaman ini tidak bisa hidup di dataran tinggi, karena tanaman ini adalah jenis tanaman tropis.

2. Tipe Kedua

Tipe morfologi yang kedua adalah tumbuhan air yang terendam di dalam air. Tumbuhan ini memiliki dinding sel yang kuat dan tebal yang berguna untuk menanggulangi kadar osmosis yang tinggi ke dalam sel. Karena dengan kadar osmosis rendah juga merupakan masalah bagi tanaman dengan tipe ini Untuk contoh tanamannya, adaptasi morfologi tipe ini memiliki 2 contoh, yaitu vallisneria dan hydrilla.

3. Tipe Ketiga

Tipe morfologi yang ketiga adalah tumbuhan yang dalam hidupnya membenamkan tubuhnya sebagian di air, sementara akarnya menjalar dan mengakar di tanah. Tipe tanaman dengan karakteristik ini biasanya memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga tak heran bahwa tanaman dengan karakter adaptasi morfologi seperti ini menjadi makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Contoh untuk tanaman ini adalah kangkung dan teratai.

4. Tipe Keempat

Kemudian tipe morfologi untuk tanaman air yang terakhir adalah tumbuhan yang akan hidup di pasang surut air. Tumbuhan ini biasanya memiliki akar yang kuat dalam menunjang hidupnya. Kemudian tumbuhan dengan tipe ini juga bisa digunakan untuk menghalau atau menanggulangi abrasi pantai tanaman ini juga memiliki akar yang renggang sehingga tidak jarang digunakan sebagai tempat tinggal bagi hewan-hewan lain seperti ikan. Contoh yang cocok untuk tanaman dengan jenis adaptasi morfologi seperti ini adalah tanaman bakau di pinggir pantai.

Berikut adalah tanaman yang memiliki pola morfologi untuk tanaman air. Pada perkembangannya, tanaman-tanaman ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dan ternyata adaptasi morfologi pada tanaman yang kita bahas di atas memiliki banyak bagian yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dengan kreativitas yang tinggi.

Contoh yang sering ditemukan adalah pemanfaatan tanaman teratai untuk hiasan dan kreasi makanan yang memanfaatkan tanaman kangkung. Ataupun bisa juga memanfaatkan tanaman eceng gondok untuk keperluan pengobatan.

Baca juga: Burung Pitohui beracun dari Papua Nugini

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan di Berbagai Lingkungan

Kemudian, hal lain yang harus kita ketahui adalah tanaman yang bermorfologi pada lingkungannya ternyata bukan hanya ada pada tanaman yang hidup di air. Tapi juga ada pada tanaman yang hidup di daerah kering, lembap, dan darat.

Sebenarnya untuk setiap tempat hidup tanaman itu pasti memiliki masing-masing tipe morfologi yang berbeda. Maka dari itu ketika kita belajar tentang morfologi , harus mempelajari secara menyeluruh.

Kita mulai dari adaptasi morfologi pada tumbuhan yang hidup di darat. Tumbuhan ini bisa disebut dengan xerofit. Morfologi ini tentu berbeda dengan tumbuhan yang hidup di air. Mereka biasanya hidup di daerah kering.

Oleh karena itu, jika Anda penasaran dengan adaptasi dari tumbuhan ini bisa menyimak beberapa pengelompokan yang cukup menarik. Jika tumbuhan dikelompokan bisa dikatakan sebagai berikut:

1, Kriteria Pertama

Kriteria pertama yang dijadikan sebagai jenis dari tumbuhan ini tampak pada daunnya. Karena tanaman jenis ini hidup di daerah kering, maka ia harus bermorfologi dengan lingkungan tempat dia hidup. Kriterianya adalah berdaun sempit, tebal, dan menjadi bentuk sisik, duri, atau bahkan tidak memiliki daun sama sekali. Tanaman dengan tipe morfologi ini biasanya menyimpan cadangan air di dalam batangnya. Tanaman yang seperti ini adalah kaktus.

2, Kriteria Kedua

Kemudian kriteria yang kedua adalah batangnya atau seluruh bagian tubuhnya yang tertutup oleh lapisan lilin yang tebal. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi penguapan air yang terlalu banyak.

3, Kriteria Ketiga

Berikutnya tampak pada batangnya yang tebal yang bisa menyimpan air, Karena pada permukaan batang bagian dalamnya memiliki lapisan seperti spons.

4, Kriteria Keempat

Ciri-ciri yang berikutnya sekaligus yang terakhir adalah akarnya yang panjang sehingga memiliki jangkauan yang luas untuk menjangkau sumber air.

Selain itu adaptasi morfologi pada tanaman yang hidup di daerah darat atau kering ini juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan. Banyak hari ini yang memutuskan untuk menggunakan kaktus untuk hiasan.

Biasanya dikemas dengan pot-pot kecil. Tapi jelas perkembangan dari tanaman tersebut tidak akan sebesar tanaman darat atau kering yang hidup di alam bebas. Karena pola perkembangannya jelas akan terganggu sehingga tidak bisa berkembang dengan baik.

Tipe morfologi ketiga sekaligus yang terakhir adalah tipe adaptasi tanaman yang hidup di daerah lembap. Tanaman dengan tipe ini memiliki beberapa kesamaan dengan tanaman yang hidup di daerah basah, hanya saja tanaman dengan tipe ini tidak hidup di air. Tentu daerah lembap lebih sedikit air daripada daerah basah.

Berikut kriteria atau ciri-ciri adaptasi morfologi tanaman yang hidup di daerah lembap:

  • Ciri-ciri pertama yang menjadi karakteristik dari adaptasi morfologi tanaman yang hidup di daerah lembap ada pada daunnya yang berbentuk lebar dan tipis.
  • Karakteristik yang kedua sekaligus yang terakhir adalah memiliki banyak stomata atau mulut daun yang berguna untuk mempercepat proses penguapan.
Contoh yang paling tepat dari tanaman dengan tipe morfologi ini adalah tanaman keladi. Kemudian tanaman ini pun tidak bisa hidup di daerah yang kering ataupun basah sekalian, sebab temperatur yang diperlukan oleh tanaman dengan tipe ini tidak boleh asal-asalan.

Salah sedikit tanaman ini tidak bisa hidup. Adaptasi morfologi tanaman pada akhirnya semacam dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri agar tetap bisa bertahan hidup. Karena jika tidak demikian, tanaman bisa mati atau bahkan lekas punah.